<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10272005</id><updated>2009-02-21T07:05:02.892-08:00</updated><title type='text'>Kantor Berita Radio 68H :: Agenda</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://radio68hagenda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10272005/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radio68hagenda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10272005.post-110663376100041897</id><published>2005-01-25T13:12:00.000-08:00</published><updated>2005-01-24T22:16:01.000-08:00</updated><title type='text'>Diskusi Kamisan: “Membangun Kembali Aceh dengan Perundingan dan Perdamaian”</title><content type='html'>&lt;b&gt;“Membangun Kembali Aceh dengan Perundingan dan Perdamaian”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak jaman penjajahan imperialisme, hingga pasca kemerdekaan,  sumbangsih Aceh kepada bangsa Indonesia sangat besar. Namun keberjasaan tersebut tidak diimbali dengan proses mensejahterakan rakyat Aceh. Pada tahun 1989 – 1998, Rakyat Aceh disengsarakan dengan membuat daerah Aceh menjadi Daerah Operasi Militer (DOM). Pada 2001 Aceh ditetapkan menjadi daerah Darurat Militer, penculikan, penyiksaan, pemerkosaan pembunuhan masal tetap harus dirasakan rakyat aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian hidup rakyat Aceh semakin jauh untuk dicapai akibat bencana Tsunami di ujung tahun 2004. Ratusan ribu jiwa melayang dan puluhan lainnya hilang. Permukaan bumi aceh tertutup runtuhan bangunan, bercampur mayat dan lumpur. Pasca bencana, Aceh yang masih harus menghadapi berbagai persoalan. Dari soal penyakit, tempat tinggal, masalah infrastuktur, sosial sampai trauma psikologis. Terlihat jelas pemerintah amat  lambat menangani bencana tersebut. Tidak berhenti disitu, status Darurat Sipil yg diberlakukan, menambah sulit para relawan membantu rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan TNI tidak banyak membantu. Banyak informasi mengatakan TNI melakukan Pungutan liar terhadap relawan yang berada di sana. TNI pun berlakukan sistem pengambilan bantuan yang rumit, dengan alasan kawatir GAM memanfaatkan keadaan itu. Di pertengahan Januari 2005 pemerintahan SBY-Kalla menawarkan genjatan senjata yang di sambut baik oleh GAM. Namun hinga kini kedua belah pihak belum menjalankan kesepakatan itu. Terbukti masih masih terjadi kontak senjata antara GAM dan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini rakyat aceh butuh kedamaian. Bukan tindakan-tindakan represif yang semakin membuat trauma-truma mereka semakin bertambah. Pembangunan Aceh kembali tidak akan bisa berhasil, bila kedua belah pihak tidak segera membuka dialog untuk perdamaian dan genjatan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Berita Radio 68h  kerjasama dengan Solidaritas Gerakan Rakyat untuk Aceh (SEGERA) dan Aceh Working Group (AWG) menggelar diskusi  Kamisan bertajuk:  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Membangun Kembali Aceh dengan Perundingan dan Perdamaian”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari, tanggal : Kamis, 27 Januari 2005 &lt;br /&gt;Waktu         : 13.00 – 14.30 WIB &lt;br /&gt;Tempat        : Restauran MINA, lobby depan Hotel Sahid Jaya, Jl. Jendral  Sudirman Jakarta  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembicara:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1.      Iwan Dwi Laksono, SEGERA &lt;br /&gt;2.      Juwono Sudharsono, Menteri Pertahanan* &lt;br /&gt;3.      Hasan Wirayudha, Menteri Luar Negeri*&lt;br /&gt;4.      Thamrin Ananila, Ketua FPDRA&lt;br /&gt;5.      Otto Syamsudin Ishak, Aceh Working Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)dalam konfirmasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini gratis, terbuka untuk umum. Didukung pula oleh Hotel Sahid Jaya Jakarta dan Koran TEMPO. Disiarkan langsung oleh Radio 68h Jakarta di gelombang 89,2 FM , 603 AM Stereo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10272005-110663376100041897?l=radio68hagenda.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radio68hagenda.blogspot.com/feeds/110663376100041897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=10272005&amp;postID=110663376100041897' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10272005/posts/default/110663376100041897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10272005/posts/default/110663376100041897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radio68hagenda.blogspot.com/2005/01/diskusi-kamisan-membangun-kembali-aceh.html' title='Diskusi Kamisan: “Membangun Kembali Aceh dengan Perundingan dan Perdamaian”'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15648441214149868429'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10272005.post-110620014525717540</id><published>2005-01-20T09:46:00.000-08:00</published><updated>2005-01-19T21:49:05.256-08:00</updated><title type='text'>Diskusi "Pemulihan Media Percepat Pemulihan  Aceh"</title><content type='html'>Media adalah salah satu korban keganasan tsunami di Aceh. Radio Prima FM Banda Aceh, Dalka FM Meulaboh dan Megaphone FM Sigli rusak total diterjang air. Koran terdepan di Aceh, Serambi, bernasib sama. Sulit membayangkan pemulihan Aceh tanpa keberadaan media terutama media lokal. Media adalah pusat lalulintas informasi yang dibutuhkan masyarakat korban bencana. Maka, pemulihan media adalah kunci utama pemulihan Aceh. Kini, dengan kondisi seadanya,  koran Serambi sudah terbit lagi. Kantor Berita Radio 68H juga sedang membangun kembali 3 radio yang rusak. Kamis 20 Januari ini, Radio Prima Banda Aceh ditargetkan mengudara kembali. Lantas bagaimana mengoptimalkan fungsi media untuk pemulihan Aceh? Apa saja peran yang bisa dimainkan media dalam proses pemulihan? Kendala apa yang bakal dihadapi media di Aceh khususnya menyangkut  kebijakan keamanan di kawasan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Berita Radio 68h  menggelar diskusi  Kamisan bertajuk:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Pemulihan Media Percepat Pemulihan  Aceh"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi ini juga merupakan launching radio Prima FM banda aceh yang kini bisa mengudara lagi, setelah sempat  hancur terhantam bencana Tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari, Tanggal  : Kamis, 20 Januari 2005 &lt;br /&gt;Waktu          : 13.00 – 14.30 WIB &lt;br /&gt;Tempat         : Puri Putri, lantai 2,  Hotel Sahid Jaya, Jl. Jend. Sudirman Jakarta  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atmakusuma Astraatmadja, Pengamat media &lt;br /&gt;2. Ghazali Abbas, tokoh aceh mantan MPR  &lt;br /&gt;3. DR A Umam Hamid  MA, Sosiolog Universitas Syah Kuala  &lt;br /&gt;4. Syamsul Kahar, Pemred Serambi Indonesia&lt;br /&gt;5. Uzair, Editor Kepala Divisi Pemberitaan Radio Prima FM Banda Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini gratis, terbuka untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung pula oleh Hotel Sahid Jaya Jakarta dan Koran TEMPO. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiarkan langsung oleh Radio Prima FM di Banda Aceh  dan Radio 68h Jakarta di gelombang 89,2 FM , 603 AM Stereo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diskusi juga akan di relay oleh:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amanda Rasisonia di Takengon&lt;br /&gt;2. DB di Kutacane&lt;br /&gt;3. Gypsi di Langsa&lt;br /&gt;4. Gestu Nada di Bireun&lt;br /&gt;5. Vina Vira (Vivi) di Lhokseumawe&lt;br /&gt;6. Adyemaja di Lhokseumawe&lt;br /&gt;7. Andyta di glumpangdua&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10272005-110620014525717540?l=radio68hagenda.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radio68hagenda.blogspot.com/feeds/110620014525717540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=10272005&amp;postID=110620014525717540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10272005/posts/default/110620014525717540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10272005/posts/default/110620014525717540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radio68hagenda.blogspot.com/2005/01/diskusi-pemulihan-media-percepat.html' title='Diskusi &quot;Pemulihan Media Percepat Pemulihan  Aceh&quot;'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15648441214149868429'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>